Tulisan ini adalah sebuah pengalaman saya pribadi dan benar-benar
terjadi. Hal ini saya alami dan akan selalu saya ingat bahwa Allah
benar-benar mencintai kita.
Pada liburan pasca Ujian Akhir semester ganjil yanglalu (sekitar bulan
Januari) saya beserta dua orang teman saya berencana untuk melakukan
Kerja Praktek ( On Job Training) di Pertamina Unit Pengolahan IV di
Cilacap pada liburan semester genap yaitu bulan Juli hingga Agustus.
Untuk memenuhi hal tersebut kami telah menyusun proposal dan diajukan
ke pihak Pengajaran di Jurusan Teknik Mesin ITS. Dan Alhamdulillah
proposal tersebut disetujui oleh dosen kami.
Tak lama kemudian saya beserta teman saya yang bernama Agus berangkat
ke Cilacap untuk menyerahkan proposal tersebut. Setelah melewati
perjalanan yang cukup melelahkan dari Surabaya menuju Cilacap (± 400
km) dengan kereta api kelas ekonomi kami sampai di Cilacap pukul 9
malam. Di dalam kereta api kami juga sempat dipalak oleh anak-anak
pengamen yang meminta uang receh kami.
Sesampainya di Cilacap kami menginap di tempat Bu Dhenya Agus.
Alhamdulillah kami disana dijamu dengan baik dan sempat berdiskusi
bersama Pamannya Agus tentang dunia teknik dan pekerjaannya. Kami
mendapat banyak ilmu tentang dunia kerja untuk para alumni Teknik Mesin
seperti kami.
Keesokan harinya kami menyerahkan proposal tersebut ke Pertamina. Di
sana kami diterima oleh staff bagian Rencana Pengembangan. Setelah
beliau membaca proposal kami, beliau mengatakan bahwa untuk Kerja
Praktek di Pertamina ada beberapa persyaratan. Dan semua persyaratan
tersebut beliau sebutkan. Pada intinya beliau menolak kami untuk Kerja
Praktek di liburan tahun ini. Kami kemudian pulang ke Surabaya pada
keesokan harinya. Namun dalam hati kami ada perasaan tidak ikhlas
terhadap hal tersebut.
Akhirnya kami bertiga mengajukan proposal baru ke PT PAL Indonesia di
Surabaya. Dan Alhamdulillah kami diterima di Divisi Kapal Niaga yang
merupakan divisi produksi paling besar di PT PAL. Kami juga mendapat
banyak hal yang bermanfaat di sana dan nilai rata yang sangat memuaskan
yaitu 90.
Selama di PT PAL Indonesia kami mendengar terjadi Tsunami di Pantai
Pangandaran hingga Cilacap yang mengakibatkan banyak korban jiwa. Namun
kami masih belum menyadari sebuah nikmat karunia Allah yang sangat
berharga bagi kami yaitu kenikmatan kesehatan dan berkumpul dengan
keluarga.
Setelah kami selesai Kerja Praktek kami baru menyadari bahwa Allah SWT
benar-benar menyayangi kami. Andaikan kami berhasil Kerja Praktek di
Pertamina mungkin saya sudah tidak mampu untuk berbagi cerita disini.
Semua inilah nikmat Allah yang tak terkira.
Sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi saya pribadi.
Allah selau menyimpan rahasia dan akan selau memberikan jalan yang terbaik bagi kita.